Laporan hasil pengawasan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Undang-undang RI nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

pasal 39 ayat (1) dinyatakan : Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. Tugas pengawasan mengimplikasikan adanya tenaga pengawas pendidikan yang dikenal dengan istilah pengawas sekolah atau pengawas satuan pendidikan dan pengawas mata pelajaran, atau pengawas kelompok mata pelajaran (PP 74 Tahun 2008). selengkapnya klik di sini

jadwal MGMP

Assalamu Alaikum WR.WB info buat bapak/ibu guru seni Budaya seluruh wilayah Sidrap bahwa MGMP SENI BUDAYA jadwal tetap pada hari Jumat jam 14.00 (minggu ke 3 setiap bulannya)-(hari efektif)

PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH

KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT., yang telah senantiasa melimpahkan rahmat dan taufik-Nya sehingga Proposal Penelitian Tindakan Sekolah, yang berjudul ”Meningkatkan Kemampuan Guru-guru Mata Pelajaran Seni Budaya Di Beberapa SMP Dalam Penggunaan Metode Demonstrasi Melalui Kegiatan Pelatihan Di Kabupaten Sidenreng Rappang”, dapat disusun sebagaimana mestinya.

Saya menyadari bahwa PTS ini dapat diselesaikan berkat dukungan moril maupun matiril dari berbagai pihak, untuk itu saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih yang sebanyak-banyaknya utamanya kepada :
1. Teman pengawas yang banyak memberikan motivasi untuk melakukan penelitian ini.
2. Teman dan kerabat yang telah memberikan bantuan tenaga dan pikirannya sehingga Penelitian ini dapat terselesaikan
3. Sekolah-sekolah yang menjadi obyek penelitian
4. Pihak-pihak yang tidak sempat saya cantumkan namanya.

Demikian penelitian ini saya buat dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi yang membacanya.

Sidrap, …. …….2011


Bambang Kaston

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL i
PENGESAHAN ii
KATA PENGANTAR iii
DAFTAR ISI iv
I. JUDUL 1
II. BIDANG KAJIAN 1
III. PENDAHULUAN 1
A. Latar belakang 1
B. Rumusan masalah 5
C. Identifikasi Masalah 6
D. Cara Memecahkan Masalah 6
E. Tujuan Penelitian 7
F. Manfaat Penelitian 7
G. Tinjauan Pustaka 7
1. Pengertian Media Pembelajaran 7
2. Media Demonstrasi 8
H. Rencana Prosedur Penelitian 9
a. Rencana Penelitian 9
b. Prosedur Penelitian 10
1) Disain Penelitian 10
2) Variabel Penelitian 10
3) Operasionalisasi Variabel 10
4) Model Penelitian 11
5) Populasi dan Sampel 11
6) Refleksi 11
I. Langkah dan Jadwal Penelitian 12
J. Biaya Penelitian 12
DAFTAR PUSTAKA 13
PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH
I . JUDUL
MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU – GURU MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DI BEBERAPA SMP DALAM PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI MELALUI KEGIATAN PELATIHAN DI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG

II. BIDANG KAJIAN
KEMAMPUAN GURU – GURU MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DALAM PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI

III. PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Para guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh sekolah, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Guru sekurang-kurangnya dapat menggunakan alat yang murah dan efisien meskipun sederhana dan bersahaja tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan. Disamping mampu menggunakan alat-alat yang tersedia, guru juga dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan membuat media pengajaran yang akan digunakannya apabila media tersebut belum tersedia. Untuk itu guru harus memiliki pengetahuan dan pemahamaan yang cukup tentang media pengajaran. Peningkatan kualitas pembelajaran merupakan salah satu pilar upaya peningkatan mutu pendidikan secara keseluruhan. Upaya peningkatan mutu pendidikan adalah bagian terpadu dari upaya peningkatan kualitas manusia, baik aspek kemampuan., kepribadian maupun tanggung jawab sebagai warga negara.
Guru merupakan kunci dalam peningkatan mutu pendidikan dan mereka berada pada titik sentral dan setiap usaha reformasi pendidikan yang diarahkan pada perubahan-perubahan kualitatif. Guru bertanggung jawab untuk mengatur dan menciptakan suasana yang mendorong siswa untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan di kelas. Untuk menunjang ini perlu adanya manajemen kelas yang baik, salah satu di antaranya pembenahan pendekatan dalam pembelajaran seni budaya melalui pendekatan proses demonstrasi.
Menurut kenyataan di lapangan, diketahui bahwa pembelajaran menggambar kurang mendapatkan perhatian sewajarnya. Pelly & Efendi (dalam Syamsi ,1999: 1) mengatakan bahwa pembelajaran proses demonstrasi dan menggambar yang dulu merupakan pelajaran dan latihan pokok kini kurang mendapatkan perhatian, baik dari siswa maupun guru. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran seni budaya selama ini masih dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan tradisional, yang dapat menghambat siswa untuk belajar secara aktif dan kreatif karena guru men-dominasi sebagian besar aktivitas proses belajar mengajar dan siswa cenderung pasif. Siswa lebih berposisi sebagai objek daripada sebagai subjek sehingga pembelajaran menggantungkan sepenuhnya pada inisiatif guru yang dianggap sebagai sumber belajar.
Permasalahan pendekatan pembelajaran dalam kaitan dengan pengelolaan pembelajaran seni budaya tidak sederhana. Proses pembelajaran seni budaya banyak menghadapi masalah dan hambatan. Hambatan dan permasalahan dalam pembelajaran seni budaya dapat bersifat khusus dan umum. Kesiapan mental siswa seperti motivasi dan perhatian perlu mendapat perhatian bagi guru. Motivasi siswa dalam pembelajaran seni budaya rendah, hal ini terlihat dari antusias, kesadaran dan kemauan yang kuat untuk berjuang secara gigih, untuk bertanya dan atau mengutarakan idenya. Perhatian siswa dalam pembelajaran seni budaya kurang, hal ini tampak waktu guru menjelaskan cara menggambar yang benar. Banyak siswa yang konsentrasinya terbagi.
Permasalahan lain dalam pembelajaran seni budaya di SMP tersebut adalah dari faktor guru. Guru masih menggunakan pendekatan tradisional, dominasi guru tinggi, guru hampir tidak berkeliling mendekati siswa untuk membantu atau melihat kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam menggambar. Gambaran permasalahan di atas menunjukkan bahwa pembelajaran seni budaya di Sekolah Menengah Atas tersebut perlu ditingkatkan kualitasnya agar siswa mempunyai kemampuan menggambar dengan baik. Untuk mengoptimalkan hasil belajar, terutama bidang keterampilan menggambar dan demonstrasi diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih menekankan pada aktivitas belajar dan kreativitas siswa. Adapun upaya untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar menggambar seperti itu adalah menggunakan pendekatan yang menekankan pentingnya proses belajar bagi subjek didik, yakni pendekatan proses.
Oleh karena itu penulis mengadakan penelitian di 7 (tujuh) Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Sidrap, diantaranya :
1. SMP NEGERI 4 MARITENGNGAE
2. SMP NEGERI 1 PANGSID
3. SMP NEGERI 1 PANCA RIJANG
4. SMP NEGERI 2 PANCA RIJANG
5. SMP NEGERI 1 WATTANG PULU
6. SMP SWASTA MUHAMMADIYAH PANGSID
7. SMP NEGERI 1 DUA PITUE
Sehingga memilih judul : MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU – GURU MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DI BEBERAPA SMP DALAM PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI MELALUI KEGIATAN PELATIHAN DI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG.
Namun dalam hal ini penulis telah mempertimbangkan situasi dan kondisi maka penulis lebih cenderung memilih obyek pada SMP Negeri 4 Maritengngae sebagai pusat penelitian. Berangkat dari berbagai permasalahan tersebut, peneliti tertarik untuk mencoba mengungkap dan memecahkan permasalahan tersebut melalui penelitian tindakan sekolah. Pada pengelolaan perencanaan pembelajaran, seorang guru dituntut untuk melakukan pemikiran strategi manajemen desain model pembelajaran untuk memperkirakan tingkat pencapaian yang dapat dijangkau oleh peserta didiknya
Oleh karena itu SMPN 4 Maritengngae dijadikan sebagai objek penelitian tentang pendekatan proses demonstrasi dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran seni budaya.
B. Rumusan Masalah
DOWNLOAD DISINI

Jenis Tari Tunggal Daerah Setempat

Tari Tunggal adalah tarian yang dibawakan atau dimainkan oleh seorang penari, atau dua orang tetapi secara bergantian, Tarian ini biasanya menggambarkan watak
seseorang tokoh ataupun seekor binatang.

Berikut ini beberapa contoh Tari Tunggal dari berbagai daerah di Indonesia.
a. Tari Kancet Ledo dari Kalimantan (Dayak Kenyah)
b. Tari Gandrung dari Bayuwangi
c. Tari Taledhek dari Jawa timur
d. Gambyong dari Jawa Tengah
e. Tari Cokek dari jawa barat
f. Tari batek Baris dari Sumbawa
g. Tari Kancet Papatai dari Kalimantan
h. Tari kancet lasan dari kalimantan
i. Tari Leleng dari kalimantan
j. Tari Dewa memanah dari Kutai Kartanegara
k. Tari Persembahan dari Kutai Kartanegara
l. Tari Serimpi dari Jawa Tengah
m. Tari Hudok dari Kalimantan
n. Tari Bondan dari jawa Tengah
o. Tari Golek Manis dari Jawa tengah
p. Tari Golek Kenya dari Jawa tengah
q. Tari Mani Puren
r. Tari Merak dari Sunda dan Bali
s. Tari Pendet dari Bali

Adil, S.Pd

video musik flut


download disini

Video cara menggambar model

sekedar untuk berbagi dengan teman-teman guru seni Rupa (seni Lukis) tentang dasar-dasar menggambar Model tingkat SMP/SMA.
Mungkin Video ini dapat dijadikan Media Pembelajaran pada siswa download disini
jangan lupa tulis komentarnya, saran dan kritiknya dikolom bawah ini

Power point media pembelajaran Seni Lukis Kelas IX SMP

Tampil dengan LCD? butuh media?Mengajar dengan menggunakan media ICT yang menarik akan memudahkan PBM dan anak didik merasa senang,efisiensi waktu, tenaga,dan intens penerimaan siswa dapat merata.Jika perlu semua bidang studi mengintegrasikan pembelajaran dalam ICT.
download disini

RPP seni budaya kelas IX SMP semester genap-berkarakter

download

silabus seni rupa smp kelas IX semester genap (berkarakter)

Buat teman-teman guru yang butuh silabus seni budaya kelas IX SMP
download disini

proposal PTK Seni Budaya

METODE PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DENGAN MEDIA GAMBAR DI KELAS X SMK NEGERI 1 WATANG PULU TAHUN AJARAN 2010 / 2011PROPOSAL METODE PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DENGAN MEDIA GAMBAR DI KELAS X SMK NEGERI 1 WATANG PULU TAHUN AJARAN 2010/2011

OLEH: SITTI ARIANI, S.Pd. M.Pd

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
KAB. SIDENREG RAPPANG
PROP. SULAWESI SELATAN

KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah, penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpah rahmat, taufik dan hidayahnya. Karna penulisan PTK ini telah berhasil diselesaikan. Penulis sepenuhnya sadar, tidak akan berarti apa-apa jika tidak ada petunjuk dari rekan-rekan dan persetujuan dari kepsek dan pengawas. Dengan akhir kata, Wassalam………………

Penulis

ii
DAFTAR ISI
PRAKAT ii
DAFTAR ISI iii
HALAMAN PENGESAHAN iv
I. JUDUL 1
II. BIDANG KAJIAN 1
III. PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakag 1
B. Rumusan Masalah 2
C. Identifikasi Masalah 2
D. Cara Memecahkan Masalah 2
E. Tujuan Penelitian 2
F. Manfaat Penelitian 3
G. Tinjauan Pustaka 3
H. Rencana dan Prosedur Penelitian 5
I. Langkah dan Jadwal Kegiatan 7
J. Biaya Penelitian 7
DAFTAR PUSTAKA 8


iii

HALAMAN PENGESAHAN
PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS
METODE PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DENGAN
MEDIA GAMBAR DI KELAS X SMK NEGERI 1 WATANG PULU TAHUN AJARAN 2010 / 2011


Sidrap, Novenber 2010
Mengetahui;
Kepala SMK Negeri 1 Watang Pulu Guru

Drs. SULTAN LA OBO, M.Pd SITTI ARIANI, S.Pd. M.Pd
Nip. 19621110 198703 1 028 Nip. 19781005 200901 2 005


Menyetujui;
Pengawas Mata Pelajaran


Drs. BAMBANG KASTON, M.Si
Nip. 19651231 198903 1 145


PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS

I . JUDUL
METODE PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DENGAN MEDIA GAMBAR DI
KELAS X SMK NEGERI 1 WATANG PULU TAHUN AJARAN 2010 / 2011

II. BIDANG KAJIAN

Pembelajaran Seni Budaya dengan Media Gambar

III. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Banyak kalangan pelajar menganggap belajar adalah aktivitas yang tidak menyenangkan, duduk berjam-jam dengan mengcurahkan perhatian dan pikiran pada suatu pokok bahasan, baik yang disampaikan oleh guru maupun yang sedang dihadapi di meja belajar. Kegiatan itu hamper selalu dirasakan sebagai beban daripada upaya aktif untuk memperdalam ilmu.
Mereka tidak punya kesadaran untuk mengerjakan tugas sekolah. Banyak di antara siswa yang menganggap, mengikuti pelajaran tidak lebih sekedar rutinitas untuk mengisi daftar absen, mencari nilai, melewati jalan yang harus di tempuh, dan tanpa diiringi kesadaran untuk menambah wawasan ataupun mengasah keterampilan.
Menurunnya gairah belajar, selain disebabkan oleh ketidak-tepatan metodologis, juga berakar pada paradigm pendidikan yang selalu menggunakan metode pengajaran ceramah, tanpa diselingi berbagai metode yang menantang untuk berusaha.
Peristiwa yang menojol adalah siswa kurang berpartisipasi, kurag terlibat, dan tidak punya inisiatif dan kontribusi baik secara intelektual maupun emosional. Pertanyaan dari siswa, gagasan atau pendapat jarang muncul. Hal inpula yang menyebabkan kurangnya prestasi siswa.
Muh. Asrori (2007), menganggap bahwa yang menentukan prestasi seseorang itu harus dengan adanya bakat dan kemampuan. Banyak factor yang menyebabkan rendahnya prestasi belajar siswa, namun guru dianggap sebagai salah satu factor kunci, sehingga kreatifitas guru dan penyajian materi pelajaran sangat diharakan dan factor siswa tidak kalah pentingnya untuk ditelusuri dalam kaitannya motivasi untuk belajar atau motivasi untuk percaya diri dalam menguji pelajaran. Banyak gejala yang ditemukan bahwa motivasi para siswa untuk belajar dan memperlihatkan kemampuannya amat lemah.
Permasalahn yang dikemukakan tentu tidak bisa dibiarkan berlangsung terus. Karena itu diperlukan upaya utama dari pihak kepsek dan pengawas sekolah untuk secara kontinyu melakukan supervise pembelajaran yang dapat memotivasi guru untuk bekerja secara kreatif.
Guru disekolah juga diharapkan bersifat proaktif dan lebih terbuka terhadap setiap kritik, saran, gagasan dan pemikiran-pemikiran perubahan yang memungkinkan percepatan pencapaian daya serap atau pencapaian nilai ketuntasan perorangan atau klasikal bagi siswa. Dan peranan guru diharapkan terus-menerus melakukan tindakan pembelajaran untuk mencari pembelajaran baik secara pembelajaran dari gagasan sendiri maupun gagasan dari semua guru.

B. Rumusan Masalah
Apakah dengan metode pembelajaran seni budaya dengan media gambar dapat memotivasi untuk mencapai ketuntasan belajar siswa?

C. Identifikasi Masalah
1. Proses belajar mengajae seni budaya masih berjalan monoton.

2. Belum ditemukan strategi belajar yang tepat.

3. Rendahnya kualitas pembelajaran seni budaya.

4. Rendahnya prestasi siswa dalam pokok pembahasan “culture and Art”.

D. Cara Memecahkan Masalah
Metode pemecahan masalah yang digunakan dalam PTK ini, metode pembelajaran dengan media gambar. Dengan metode ini, diharapkan partisipasi dan inisiatif siswa dalam bentuk keberanian menyampaikan pendapat “ide-ide dan gagasan”. Pertanyaan, sanggahan, kerja individu dan klasikal. Serta tanggung jawab terhadap diri kelompoknya meningkat. Jadi, jadi kreativitas dan keberanian siswa dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) meningkat.
E. Tujuan Penelitian
Diharapkan dengan metode pembelajaran seni budaya dengan media gambar dapat memotivasi untuk mencapai ketuntasan belajar siswa.
F. Manfaat Penelitian
1. Penelitian dapat memberikan nuansa baru bagi siswa dan diharapkan memungkinkan siswa melihat pembelajaran khususnya seni budaya bukan sebagai beban dan pembelajaran yang membosankan melainkan suatu metode pembelajaran baru yang dapat menciptakan suasana menyenangkan bagi siswa.
2. Sebagai masukan untuk rekan guru dalam merancang proses pembelajaran berikutnya.
3. Sebagai masukan untuk rekan guru dalam penelitian berikutnya yang berhubungan dengan media gambar yang digunakan.
4. Siswa lebih mudah memahami dan dapat membedakan beberapa kebudayaan yang ada di Indonesia baik dalam hal kostum, rumah adat, alat music, cerita-cerita, tari dan drama.

G. Tinjauan Pustaka
1. Pembelajaran Seni Budaya dengan Menggunakan Media
Setiap waktu, sesungguhnya manusia terlihat dalam proses belajar. Pembelajaran berlangsung melalui lima alat dria kita yaitu : Pengkihatan (Visual) dengan melihat kejadian sesuatu pristiwa, Pendengaran (Auditory) dengan mengengar sesuatu bunyi, Pembauan (Olfaktory), Rasa atau pengecap (Taste), dan Sentuhan (Tactile) dengan menggunakan kulit.
Dalam proses pembelajaran tidak hanya melibatkan penguasaan fakta atau konsep sesuatu bidang ilmu saja, tetapi juga melibatkan perasaan-perasaan yag berkaitan dengan emosi, kasih saying, benci, hasrat, dengki, dan kerohanian. Pembelajaran tidak terbatas pada apa yang kita rencanakan, tetapi juga melibatkan pengalaman yang di luar kesadaran penuh kita.
Pembelajara seni budaya dengan media gambar sesungguhnya bukanlah hal yang baru, akan tetapi pembelajaran ini dilakukan berbeda dengan yang biasanya di mana para siswa diharapkan dapat lebih kreatif baik secara individu maupun secara klasikal. Dan sekaligus siswa juga mencari gambar sesuai yang diinginkan dan yang ditugaskan oleh guru.
Untuk proses pembelajaran kreativitas siswa , diutamakan dalam pembelajaran ini siswa aktif bekerja membuat gambar atau mencari gambar baik dalam kelas maupun di luar sesuai petunjuk yang diberikan guru.
Pembelajaran ini juga mempertimbangkan perbedaan kemempuan masing-masing antar siswa, sehingga pemberian tugas siswa dapat terlibat langsung. Siswa diberi kesempatan bekerja sendiri dan klasikal dengan cara mencari di internet, majalah, surat kabar atau gambar-gambar yang berkaitan dengan pokok pembelajaran.
2. Motivasi Pembelajaran Media Gambar
Bicara soal kreativitas tentunya berkaitan dengan motivasi siswa dalam mengerjakan tugas. Tentunya motivasi itu dapat di lihat pada saat membuat gambar atau mencari gambar sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki. Gambar yang di buat sesuai denga tema yang telah diberikan selama tatap muka atau pokok pembahasan. Dalam hal ini Budaya dan seni “Culture and Art”. Tema ini di pilih karena di anggap paling cocok diajarkan melalui media gambar serta merupakan salah satu cara untuk mendekatkan siswa tentang bagaimana kebudayaan Indonesia dan seni itu.
Seseorang dengan motivasi yang tinggi akan sanggup secara realistis mengakses kelebihan dan kelemahan yang dimilikinya, akan sanggup mengoptimalkan dan mengembangkan kelebihannya dan akan berupaya mengubah kelemahannya serta bersedia menerima kelemahan dirinya atau mengenal watak pribadi lebih mendalam.
Salah satu terciptanya suasana nyaman adalah ruang kelas karena merupakan tempat proses pembelajaran berlangsung sehingga haruslah kondusif dimana setiap siswa merasa nyaman selama proses pembelajaran dan diterima apapun keadaannya. Guru di tuntut menciptakan suasana kelas yang hangat dan penuh kepedulian. Perasaan di terima,penghargaan dan ide-ide siswa di sambut dan di puji. Siswa di beri kesempatan yang banyak untuk meraih kesuksesan dan sekecil apapun kesuksesan tersebut harus dihargai.
Gagal atau tidak itu merupakan hal yang biasa bagi seseorang terutama pada siswa. Jadi, jika seandainya ditemukan siswa yang kurang sempurna menyelesaikan tugas dengan baik di kelas maupun di rumah, maka dijelaskan kepadanya bahwa hal tersebut wajar dan kegagalan itu sesungguhnya merupakan sesuatu yang normal pada siswa dalam setiap proses pembelajaran.
Metode pembelajaran dengan media gambar yang dilakukan dijadikan acuan kegiatan, diman para siswa yang memiliki kemampuan rendah diberi bimbingan dan motivasi bahwa mereka bisa membuat gambar, memberikan apresiasi dan dapat membedakan kebudayaan yang ada di Indonesia sesuai dengan kemampuannya. Para siswa diberi kesempatan untuk berkreasi menciptakan gambar, melihat gambar dan menggambar kembali apa yangdilihat.
Media gambar di sini bukan tujuan akhir pembelajaran melainkan merupaka sarana untuk menciptakan tujuan pokok yaitu mengembangkan kemampuan berbicara dalam memberikan apresiasi, daya ingatan dan kemampuan menggambar.
Jadi, dengan memberikan apresiasi pada gambar yang dibuat dan dilihat melalui tayangan-tayangan dapat memungkinkan motivasi belajar siswa yang pada gilirannya akan meningkatka pencapaian ketuntasan beljar para siswa.
H. Rencana Prosedur Penelitian
a. Rencana Penelitian
1. Setting dan Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 1 Watag Pulu, kelas X ( Teknik las, Otomotif 1,2,3, ATP, ATPH, dan Ternak Unggas), Desa Ciro-Ciroe Kec. Watang Pulu Kab. Sidrap tahun pelajaran 2010/2011 dengan jumlah siswa 167 orang, perempuan 26 orang, laki-laki 141 orang.
2. Waktu Penelitian
Tahun ajaran 2010/2011 semester ganjil selama 3 bulan (Agustus s/d Oktober).
3. Lama Tindakan
Waktu untuk melaksanakan tindakan pada bulan oktober, mulai dari siklus I, II dan III.
b. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian yang diterapkan dalam hal ini antara lain :
1. Perencanaan
Meliputi penyampaian materi pelajaran, pembahasan tugas di sekolah dan di rumah, dan ulangan harian.
2. Tindakan
Tahap I:
Para siswa diberikan sejumlah gambar yangsudah jadi untuk memperkenalkan pada mereka seperti apa gambar tersebut. Pada tugas ini siswa diminta megamati dan memberikan tanggapannya pada gambar yag dilihat. Guru hanya memberikan petunjuk awal. Sebagai contoh pada tahap I ini dilakukan secara individu untuk setiap tatap muka kaena jumlah gambar yang disediakan cukup banyak sehingga semua siswa mendapat satu gambar. Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan meminta beberapa siswa untuk tampil ke depan menjelaskan hasil pengamatannya. Guru dan siswa lain berkesempatan mengajukan pertanyaan kepadanya.

Tahap II:
Para siswa diminta menentukan salah satu gambar yang dipilihnya. Kemudian siswa diminta membuat gambar mengenai objek yang telah dipilih pada kertas gambar yang telah disediakan. Pada tahp ini semua siswa di minta menggambar sesuai kemampuannya karena tidak semua siswa memiliki kemampuan dalam menggambar. Untuk mengoptimalkan waktu, guru berkeliling sambil melihat pekerjaan siswa dan membantu siswa yang memerlukan bantuan. Kegiatan ini dilanjutkan dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menceritakan gambar yang dibuatnya. Guru dan siswa lain berkesempatan mengajukan pertanyaan kepadanya.
Tahap III:
Dengan gambar yang di buat di rumah, secara bergantian siswa di minta memperlihatkan gambar dan menginformasikan apa yang terdapat dalam gambar. Pada tahap ini siswa sangat diharapkan dapat melakukan semaksimal mugkin karena dapat di buat di rumah (memilih salah satu provinsi yang ada di Indonesia, membuat gambar rumah adat, alat music, kostum, dan gambar bentuk gerak tari yang di pilih). Guru berkesempatan mengajukan pertanyaan kepada siswa tersebut untuk mengetahui seberapa jauh siswa tersebutmenguasai gambar yang telah di buat da dipilihnya.
3. Refleksi
Siswa yang di anggap dapat menjelaskan dan menguasai gambar yang telah di buat dan di pilih (seperti gerak tari dan kostum) di beri nilai sebagai nilai harian.
Dari ketiga tahap ini selama proses pembelajaran berlangsung maka dilakukan pengamatan (observasi ) yang telah dilakuakn untuk mengetahui seberapa jauh pembelajaran berlangsung sesuai dengan scenario pembelajaran yang direncanakan. Dan selama proses pembelajaran dari setiap tahap dimungkinkan terjadi perubahan-perubahan strategi pada setiap tatap muka.

I. Langkah dan Jadwal Kegiatan
NO JENIS KEGIATAN BULAN/MINGGU KE-
1 2 3 4 5 6 7 8
1.
2.
3.
4.
5.
6. JUDUL :
Merumuskan masalah
Penyusunan proposal
Penyusunan draf bahan ajar
Penyusunan panduan kerja
Pedoman pengamatan dan instrumen

J. Biaya Penelitian
1. Foto copy : Rp 20.000
2. Kertas folio 1 rim : Rp 40.000
3. Jilid : Rp 10.000
JUMLAH : Rp 70.000


DAFTAR PUSTAKA
Asrori, Muhammad. 2007. Psikologi Pembelajaran. Bandung : CV. Wacana Prima.
Asrori, Muhammad. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung : CV. Wacana Prima.
Budimansyah, Dasim. 2007. Model Pembelajaran Berbasis Portofolio. Bandung: PT. Gamesindo.
Johnson, Louanne. 2009. Pengajaran yang Kreatif da Menarik. Indonesia : PT. Macanan Jaya Cemerlang.
download disini

FONTS UNIK

anda cari FONTS ?
ada ribuan koleksi saya, tinggal anda download kemudian copy, trus faste di Windows - font
dowload fonts unik
download fonts hand writing
nah... khusus teman-teman guru musik ada juga koleksi saya...untuk menulis partitur di Office word.berminat...???
download disini
sekalian deh tuk guru Bahasa daerah bugis...ada huruf LONTARA yang bisa dipake ngetik
download disini
kalau masih kurang,,,boleh minta lagi...mumpung gratis...hehehe...

BUKU TEKS LAGU

Anda suka nyanyi ???,butuh buku teks lagu ???
ada ratusan halaman lagu mancanegara dan pribumi..
download disini

PATUNG Pasir

PATUNG PASIR
Seni patung adalah karya yang berbentuk tiga dimensi (bervolume),
Seni patung adalah karya yang berbentuk tiga dimensi (bervolume), biasa juga disebut seni PLASTIS karena memiliki plastisitas bentuk (tonjolan, lekukan dan rongga).Para pematung yang kreatif penuh dengan ide / gagasan tidak pernah bergantung pada bahan yang ada seperti pada umumnya yang digunakan oleh seniman-seniman, tetapi bahan untuk membuat patung terkadang muncul dari ide penciptanya, seperti plastik, batu, kayu, beton, tanah, lilin, es, tembaga, perunggu, perak, emas, rumput, roti, pasir, dll.

Masing-masing bahan tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan,yang unik adalah bahan yang sifatnya cepat rusak, seperti ES, ROTI dan PASIR, karena membutuhkan proses kerja yang cepat dan hasilnya bersifat sementara, namun nilai Estetikanya luar biasa. (rayhand)

Salah satu contoh gambar Patung dari bahan PASIR

SALAM

"HIDUP TANPA SENI ADALAH MATI"Bagi teman-teman yang butuh info SENI...so nyari perangkat dan media pembelajaran seni..wellcome..download aja...GRATIS..TIS..TIS...!!!
Yach..Mungkin blog ini bisa meringankan dan membantu,...eh,skaligus tempat anda berbagi ekspresi, jadi anda boleh kirim file kesini...itung-itung kalau anda mengaplod file kesini...berarti anda turut membantu teman yang lain... hehehe... Thanks...!


Widget by rayhand green gallery
[close/tutup]